ٱلَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهْرَكَ
yang memberatkan punggungmu,
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.
فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,
إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًۭا
sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.
فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),
وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب
dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيْتُونِ
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,
وَطُورِ سِينِينَ
demi gunung Sinai,
وَهَٰذَا ٱلْبَلَدِ ٱلْأَمِينِ
dan demi negeri (Mekah) yang aman ini.
لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍۢ
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,
ثُمَّ رَدَدْنَٰهُ أَسْفَلَ سَٰفِلِينَ
kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍۢ
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِٱلدِّينِ
Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?
أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَحْكَمِ ٱلْحَٰكِمِينَ
Bukankah Allah hakim yang paling adil?
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,
ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ
Yang mengajar (manusia) dengan pena.
عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
كَلَّآ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَيَطْغَىٰٓ
Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,
أَن رَّءَاهُ ٱسْتَغْنَىٰٓ
apabila melihat dirinya serba cukup.
إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰٓ
Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).
أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يَنْهَىٰ
Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?
عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ
seorang hamba ketika dia melaksanakan salat,
أَرَءَيْتَ إِن كَانَ عَلَى ٱلْهُدَىٰٓ
bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang salat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk),
أَوْ أَمَرَ بِٱلتَّقْوَىٰٓ
atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?